Jumat, 04 Mei 2012

hub hub bey bey ♥


malam dimulai ketika kau yang indah muncul bertemankan ribuan bintang sebagai temanmu....





kali ini mungkin sedikit beda pemikiran tentang bagaimana seharusnya dan bagaimana yg tdk seharusnya, seperti orang yang sedang berjalan ketika lampu traffic light kuning menyala.. yaakk! anda dalam posisi yg tidak aman... dia merasa aku tidak boleh menyebrang karna lampu masih kuning, di lain sisi aku tetap berjalan karna aku merasa aku butuh cepat sampai di tempat tujuan dg aman tentunya..
sama seperti saat malam itu..
kita mungkin dua kepala yang beda yg punya pemikiran yang berbeda yang berusaha menyamakan pandangan kita tentang hal yang kita sebut sebagai toleransi. malam itu berlalu dengan penuh toleransi tentunya.. hanya saja aku benci perdebatan saat itu.. sejujurnya.. kami tdk pernah bertengkar, sama skali.. dia dan aku adalah dua orang yang sangat malas bertengkar, dengan alasan apapun.. seriously..

kadang aku menyukainya, cara dia melarangku, memarahiku, menasehatiku, meyakinkanku, membuatku percaya diri, aku suka! suka tanpa harus menambahkan kata apapun setelahnya.. aku sukaa!
ini sama gilanya ketika aku harus mengingatnya dari awal, menyadari dia adalah sahabat karibku yg aku sayangi selama 9tahun terakhir, iya! dia yang dengan lucunya mencintaiku sejak kami duduk di bangku sekolah menengah pertama, dia yang waktu itu mengungkapkan cintanya namun aku ga bisa berbuat banyak saat sekolah menengah atas, dia yg aku terima cintanya saat kami kuliah, dan dia menjadi selalu ada saat aku membutuhkannya.. iya dia!

saat seikat bunga mawar sebagai tanda cinta ia berikan, aku tau dia orangnya yang memang Tuhan siapkan untuk aku. hebatkan novel buatan Tuhan ini!! berawal dari pertemanan yang indah, menuju hubungan cinta yang sulit dan teramat sulit, harus menyesal dan berujung dengan persahabatan penuh pengharapan, hingga akhirnya kami disatukan.. :))

tiap kali membahas tentang masa lalu ini, dia menggenggam tanganku.. beberapa kali kami bahas tentang ini.. cerita yang diulang2pun tidak pernah terdengar membosankan di telinga ini. dia suka bercerita, tentang bagaimana dia dulu melewati masa sulitnya, ketika dia hanya bisa menggambarku di dinding kamarnya tanpa bisa memilikiku, dan membuat gambaran tentang dia dan aku yang hanya bisa dikirimkan melalui kertas di dalam amplop yang dititipkan pada teman dekatku.. sebegitunya kah? hingga aku menemukannya dalam kondisi yang teramat emosional pun pernah.. mungkin aku tidak bisa menggambarkan secara visual apa yg aku rasakan seperti dia, tapi itu bukan berarti aku tidak merasakan kesedihan yang sama.. no dear,, aku sungguh merasakan saat itu.. saat terburuk dalam hubungan kita sebelum kita bersatu.. sungguh...

dari itu dia dan aku belajar.. bagaimana seharusnya dan tidak seharusnya.. saat kami bercerita.. sungguh kami suka bercerita.. apapun itu.. dia mengajarkanku bahwa baik atau buruk ceritanya, harus tetap cerita, saat yang satu diam, bukan karena menahan apapun, namun memastikan bahwa ia mendengarkan dan memahami tanpa emosi.. kalaupun ada beberapa cerita yg tdk mungkin diceritakan, kami tau dengan pasti bahwa itu bukan cerita yang harus ditutupi akibat kesalahan, hanya saja kami butuh waktu.. waktu yang tepat untuk menyampaikannya..

ini adalah mimpiku, mimpi anak kecil tentang cinta monyetnya dulu, cerita tentang cinta pertama gadis kecil itu, cerita cintanya kini.. menua bersama, hingga beruban, hingga nanti kita hanya mampu duduk di beranda sambil menikmati senja dengan hangatnya teh buatanku... dia melukiskan semua keindahan itu.. hingga akhirnya aku ingin melewati ini lebih lama lagii.. lebiiihhhh lebiiihhhhhhhhh...... tetap bergandengan seperti sekarang, menyelaraskan pemikiran, menjalaninya tanpa pertengkaran, membimbingku karna dia imamku nantinya :)

Ketika Tuhan menjadikan ini jalan kita, dan kau membuatnya jauh lebih indah
terimakasih sudah meng-hebat-kan aku
dear J♥♥♥♥♥

Tidak ada komentar:

Posting Komentar