malam dimulai ketika kau yang indah muncul bertemankan ribuan bintang sebagai temanmu....
kali ini
mungkin sedikit beda pemikiran tentang bagaimana seharusnya dan bagaimana yg
tdk seharusnya, seperti orang yang sedang berjalan ketika lampu traffic light
kuning menyala.. yaakk! anda dalam posisi yg tidak aman... dia merasa aku tidak
boleh menyebrang karna lampu masih kuning, di lain sisi aku tetap berjalan
karna aku merasa aku butuh cepat sampai di tempat tujuan dg aman tentunya..
sama seperti
saat malam itu..
kita mungkin
dua kepala yang beda yg punya pemikiran yang berbeda yang berusaha menyamakan
pandangan kita tentang hal yang kita sebut sebagai toleransi. malam itu berlalu
dengan penuh toleransi tentunya.. hanya saja aku benci perdebatan saat itu..
sejujurnya.. kami tdk pernah bertengkar, sama skali.. dia dan aku adalah dua
orang yang sangat malas bertengkar, dengan alasan apapun.. seriously..
kadang aku
menyukainya, cara dia melarangku, memarahiku, menasehatiku, meyakinkanku,
membuatku percaya diri, aku suka! suka tanpa harus menambahkan kata apapun
setelahnya.. aku sukaa!
ini sama
gilanya ketika aku harus mengingatnya dari awal, menyadari dia adalah sahabat
karibku yg aku sayangi selama 9tahun terakhir, iya! dia yang dengan lucunya
mencintaiku sejak kami duduk di bangku sekolah menengah pertama, dia yang waktu
itu mengungkapkan cintanya namun aku ga bisa berbuat banyak saat sekolah
menengah atas, dia yg aku terima cintanya saat kami kuliah, dan dia menjadi
selalu ada saat aku membutuhkannya.. iya dia!
saat seikat
bunga mawar sebagai tanda cinta ia berikan, aku tau dia orangnya yang memang Tuhan
siapkan untuk aku. hebatkan novel buatan Tuhan ini!! berawal dari pertemanan
yang indah, menuju hubungan cinta yang sulit dan teramat sulit, harus menyesal
dan berujung dengan persahabatan penuh pengharapan, hingga akhirnya kami
disatukan.. :))
tiap kali
membahas tentang masa lalu ini, dia menggenggam tanganku.. beberapa kali kami
bahas tentang ini.. cerita yang diulang2pun tidak pernah terdengar membosankan
di telinga ini. dia suka bercerita, tentang bagaimana dia dulu melewati masa
sulitnya, ketika dia hanya bisa menggambarku di dinding kamarnya tanpa bisa
memilikiku, dan membuat gambaran tentang dia dan aku yang hanya bisa dikirimkan
melalui kertas di dalam amplop yang dititipkan pada teman dekatku.. sebegitunya
kah? hingga aku menemukannya dalam kondisi yang teramat emosional pun pernah..
mungkin aku tidak bisa menggambarkan secara visual apa yg aku rasakan seperti
dia, tapi itu bukan berarti aku tidak merasakan kesedihan yang sama.. no dear,,
aku sungguh merasakan saat itu.. saat terburuk dalam hubungan kita sebelum kita
bersatu.. sungguh...
dari itu dia
dan aku belajar.. bagaimana seharusnya dan tidak seharusnya.. saat kami
bercerita.. sungguh kami suka bercerita.. apapun itu.. dia mengajarkanku bahwa
baik atau buruk ceritanya, harus tetap cerita, saat yang satu diam, bukan
karena menahan apapun, namun memastikan bahwa ia mendengarkan dan memahami
tanpa emosi.. kalaupun ada beberapa cerita yg tdk mungkin diceritakan, kami tau
dengan pasti bahwa itu bukan cerita yang harus ditutupi akibat kesalahan, hanya
saja kami butuh waktu.. waktu yang tepat untuk menyampaikannya..
ini adalah
mimpiku, mimpi anak kecil tentang cinta monyetnya dulu, cerita tentang cinta
pertama gadis kecil itu, cerita cintanya kini.. menua bersama, hingga beruban,
hingga nanti kita hanya mampu duduk di beranda sambil menikmati senja dengan
hangatnya teh buatanku... dia melukiskan semua keindahan itu.. hingga akhirnya
aku ingin melewati ini lebih lama lagii.. lebiiihhhh lebiiihhhhhhhhh......
tetap bergandengan seperti sekarang, menyelaraskan pemikiran, menjalaninya
tanpa pertengkaran, membimbingku karna dia imamku nantinya :)
Ketika Tuhan
menjadikan ini jalan kita, dan kau membuatnya jauh lebih indah ♥
terimakasih
sudah meng-hebat-kan aku ♥
dear J♥♥♥♥♥

Tidak ada komentar:
Posting Komentar